Gelar Sarasehan Bersama Alumni, Prodi Ilmu Hukum Terus Tunjukkan Eksistensinya

0
128

Dompak-  Masih dalam serangkaian kegiatan penunjang re-akreditasi prodi Ilmu Hukum, Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum UMRAH pada Rabu (13/02/2019) menggelar diskusi bersama alumni dengan tema “Kiat-kiat Dalam Membentuk Peningkatan Karir Bagi Mahasiswa Dengan Konsentrasi Pidana/HTN/Perdata/Hukum Internasional” di ruang laboratorium prodi Ilmu Hukum.

Acara yang diselenggarakan oleh Hima Hukum kali ini merupakan acara khusus yang diperuntukkan bagi alumni Ilmu Hukum UMRAH, untuk membagikan pengalamannya setelah mendapatkan gelar sarjana. Adapun beberapa narasumber yang dihadirkan yakni Nina Firda Amali,S.H, Agung Ramadhan Saputra, S.H, dan Dwi Heru Apriansyah,S.H.

Di awali dengan pembukaan acara oleh sekretaris prodi Ilmu Hukum, Bapak Irman,S.H.,M.H, acara ini pun kemudian diambil alih oleh Fatma, mahasiswi semester 6 ilmu hukum selaku moderator, dan diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa semester 4 dan 6.

Dalam kesempatan ini pula, para alumni yang telah diundang hadir membagikan cerita bagaimana jatuh bangunnya perjuangan mereka dalam karirnya masing-masing, hingga kemudian memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan prospek hukum itu sendiri. Hal ini lah yang kemudian menjadi bukti nyata bahwa meski sebagai prodi yang baru 5 tahun berdiri, prodi ilmu hukum telah mampu melahirkan alumni yang sanggup bersaing di dunia kerja.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Irman dalam sambutan pembukaan acara ini, bahwa berdasarkan hasil survei yang ia lakukan bersama dengan ketua umum Research and Debate Ilmu Hukum,diketahui dari dua puluhan alumni yang telah menyelesaikan studinya, rata-rata memperoleh IPK di atas 3.0.
Hal ini sudah seharusnya menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiwa hukum untuk terus meningkatkan prestasinya, guna mencapai hasil yang lebih baik lagi.

Selain membahas mengenai kiat-kiat dalam mencapai karir sesuai dengan konsentrasi yang telah dipilih, dalam acara ini para alumni juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa lainnya untuk tidak mengkotak-kotaknya mahasiswa sesuai dengan jurusannya, seperti misalnya anak dengan konsentrasi hukum tata negara harus membahas dan memahami seputar hukum tata negara saja, begitu juga dengan konsentrasi lainnya.

Seperti yang dipesankan oleh salah satu alumni Ilmu Hukum yang sepak terjangnya semasa menjadi mahasiswa itu sendiri sudah tidak diragukan lagi yakni Nina Firda Amalia, dalam kesempatan itu Nina berpesan agar seluruh mahasiswa ilmu hukum kompak dan tidak mengkotak-kotakkan temannya sesuai dengan konsentrasi yang dipilih, karena menurut Nina meski kita telah memilih konsentrasi selama masa studi S1, nyatanya ketika kita memperoleh gelar sarjana, diijazah kita tidaklah terlampir jenis konsentrasi yang dipilih, melainnya hanya gelar sarjana hukum yang masih bersifat universal.

Adapun sebagai tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini,Ketua umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum, Hakimi Suhamanya mengatakan bahwa diharapkan dengan adanya kegiatan ini adalah akan membantu teman-teman yang belum memilih jurusan menjadi lebih memahami prospek kerja kedepannya dari jurusan yang akan dipilih, untuk meningkatkan solidaritas dikalangan civitas akademika hukum itu sendiri, serta untuk membantu pengisian borang re-akreditasi prodi tentunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here